GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan http://governance.lkispol.or.id/index.php/description <p>GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan merupakan jurnal ilmiah hasil dari kegiatan <strong>penelitian</strong> dan <strong>pengabdian</strong> kepada masyarakat. Jurnal ini memiliki EISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1412270506&amp;1&amp;&amp;">2406-8985</a> (media online) dan ISSN <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1412145097&amp;1&amp;&amp;">2406-8721</a> (media cetak). Terbit dengan frekwensi 4 bulanan dalam 1 tahun (Maret, Juni, September, Desember). Kemudian saat ini sejak Desember tahun 2025 telah mendapat persetujuan perubahan frekuensi terbit <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1412270506"><strong>menjadi setiap bulan</strong></a> (Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktover, November, Desember) dari <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1412270506"><strong>Badan Riset dan Inovasi Nasional Direktorat Repositori Multimedia dan Penerbitan Ilmiah PUSAT NASIONAL ISSN INDONESIA</strong></a></p> <p>GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan saat ini telah tercatat pada lembaga pengindeks seperti <a title="Pemberitahuan Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode IV Tahun 2022 (Revisi)" href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/9971">SINTA 5,</a> <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/9971">Kemudian hasil akreditasi Tahun 2026 naik peringkat menjadi SINTA 4.</a> <a href="https://garuda.ristekbrin.go.id/journal/view/21994">Garba Rujukan Digital (Garuda)</a>, <a href="http://index.pkp.sfu.ca/index.php/browse/index/2977">PKP INDEX</a>, <a href="https://scholar.google.com/citations?user=Nxv0RgMAAAAJ&amp;hl=en">Google Scholar</a>, <a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/details?id=48891">Index Copernicus</a>, <a href="https://publons.com/journal/351574/governance-journal-of-local-political-and-developm/">Publons</a>, <a href="https://onesearch.id/Repositories/Repository?library_id=1533">Indonesia One Search,</a></p> <p>GOVERNANCE: The Scientific Journal of Local Political Studies and Development is a scientific journal resulting from research activities and community service. This journal owns EISSN 2406-8985 (online media) and ISSN 2406-8721 (print media). Issued with a frequency of 4 months in 1 year (March, June, September, December).</p> <p>GOVERNANCE: The Scientific Journal of Local Political Studies and Development is currently listed on indexing institutions such as <a title="Pemberitahuan Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode IV Tahun 2022 (Revisi)" href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/9971">SINTA 5 </a>, <a href="https://arjuna.kemdiktisaintek.go.id/#/pengumuman/706">Then the 2026 accreditation results rose to SINTA 4</a>. <a href="https://garuda.ristekbrin.go.id/journal/view/21994">Garba Rujukan Digital (Garuda)</a>, <a href="http://index.pkp.sfu.ca/index.php/browse/index/2977">PKP INDEX</a>, <a href="https://scholar.google.com/citations?user=Nxv0RgMAAAAJ&amp;hl=en">Google Scholar</a>, <a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/details?id=48891">Index Copernicus</a>, <a href="https://publons.com/journal/351574/governance-journal-of-local-political-and-developm/">Publons</a>, <a href="https://onesearch.id/Repositories/Repository?library_id=1533">Indonesia One Search</a></p> <p> </p> Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL) en-US GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan 2406-8721 PERBANDINGAN MODEL STRONG-FORM DAN WEAK-FORM JUDICIAL REVIEW SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA http://governance.lkispol.or.id/index.php/description/article/view/1264 <p>Penelitian ini menganalisis pergeseran model <em>judicial review</em>&nbsp;di Indonesia dari desain <em>strong-form</em>&nbsp;yang bersifat final dan mengikat menuju praktik <em>weak-form</em>&nbsp;yang sarat akan pragmatisme yudisial. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan perbandingan, penelitian ini menemukan bahwa karakteristik normatif Mahkamah Konstitusi yang didesain sebagai <em>negative legislator</em>&nbsp;telah bergeser menjadi <em>occasional legislator </em>melalui penggunaan putusan bersyarat sebagai strategi untuk menghindari benturan politik (<em>political backlash</em>) di tengah dominasi koalisi pemerintahan. Pergeseran ini memicu disfungsi organ negara dan praktik pembangkangan konstitusi (<em>constitutional disobedience</em>), di mana lembaga pembentuk undang-undang cenderung mengabaikan, menunda, atau menyiasati substansi putusan Mahkamah. Untuk mengatasi kebuntuan tersebut, penelitian ini menawarkan model alternatif <em>judicial review</em>&nbsp;melalui rekonstruksi makna "final dan mengikat" menjadi <em>Multi-Layered Binding Effect</em>&nbsp;yang mencakup daya ikat pertimbangan hukum, pelembagaan dialog konstitusional formal melalui mekanisme <em>grace period</em>&nbsp;dan <em>legislative response obligation</em>, serta pembatasan peran Mahkamah Konstitusi sebagai <em>occasional legislator</em>&nbsp;yang terukur. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pelembagaan dialog konstitusional merupakan prasyarat mutlak untuk mewujudkan kepatuhan konstitusional dan menjaga keseimbangan <em>checks and balances</em>&nbsp;yang sehat. Oleh karena itu, disarankan agar pembentuk undang-undang segera mengintegrasikan mekanisme respon legislatif ke dalam regulasi formal, Mahkamah Konstitusi memperketat pedoman perumusan norma bersyarat untuk mencegah tirani peradilan, dan penelitian selanjutnya memperdalam efektivitas penerapan model dialogis ini melalui studi empiris komparatif.</p> As Syifa Ulchairan Agus Lanin Mohammad Tavip Copyright (c) 2026 GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan 2026-07-16 2026-07-16 13 9 1 9 10.56015/gjikplp.v13i9.1264 KEKUATAN PEMBUKTIAN PERJANJIAN LISAN TERHADAP JASA PEMASARAN DIGITAL OLEH FREELANCER DITINJAU DARI ASAS KEBEBASAN BERKONTRAK http://governance.lkispol.or.id/index.php/description/article/view/1265 <p>Perkembangan teknologi digital telah memberikan perubahan terhadap pola hubungan hukum dalam bidang jasa, khususnya hubungan kerja sama antara freelancer jasa pemasaran digital dengan pengguna jasa yang sering kali dilakukan melalui komunikasi elektronik dan kesepakatan secara lisan. Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan hukum ketika terjadi wanprestasi, terutama terkait pemenuhan kewajiban pembayaran serta kekuatan pembuktian atas perjanjian yang tidak dituangkan secara tertulis. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kekuatan pembuktian perjanjian lisan dalam hubungan jasa pemasaran digital oleh freelancer serta mengkaji penerapan asas kebebasan berkontrak dalam memberikan perlindungan hukum dan keseimbangan bagi para pihak. Metode yang diterapkan dalam studi ini adalah penelitian hukum normatif yang bersifat yuridis, menggunakan pendekatan dari regulasi dan kasus melalui kajian terhadap ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Undang-Undang mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik, beserta praktik penyelesaian sengketa di bidang perdata. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa perjanjian yang dibuat secara lisan masih memiliki kekuatan hukum asalkan memenuhi kriteria keabsahan perjanjian yang tercantum dalam Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Namun, dalam aspek pembuktian, perjanjian lisan memiliki kelemahan karena bergantung pada bukti pendukung seperti komunikasi elektronik, dokumen digital, dan bukti pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu, penerapan asas kebebasan berkontrak tidak memungkin hanya dimaknai secara mutlak, tetapi harus disertai prinsip itikad baik, kepastian hukum, dan Perlindungan bagi pihak yang memiliki kekuatan negosiasi yang lebih rendah. Dengan demikian, perlindungan hukum untuk para freelancer bisa direalisasikan melalui penguatan catatan digital dan sistem penyelesaian konflik yang dapat menghasilkan keseimbangan hak serta kewajiban antara semua pihak.</p> Masayu Dervina Irawan Irmanjaya Thaher Dyah Permata Budi Asri Copyright (c) 2026 GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan 2026-07-16 2026-07-16 13 9 10 20 10.56015/gjikplp.v13i9.1265