UPAYA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN PASER DALAM PENGEMBANGAN MUSEUM SADURENGAS SEBAGAI DESTINASI WISATA BUDAYA DAN EDUKASI SEJARAH
DOI:
https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i8.1127Keywords:
Museum Sadurengas, Wisata Budaya, Edukasi Sejarah, Pengembangan Museum, Peran PemerintahAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser dalam pengembangan Museum Sadurengas sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi sejarah. Museum Sadurengas memiliki peran penting dalam pelestarian budaya dan pembelajaran sejarah, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam meningkatkan daya tarik dan kunjungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi kepustakaan, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser, pengelola museum, dan pihak terkait. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan fokus penelitian pada peran pemerintah sebagai motivator, fasilitator, dan dinamisator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser telah berupaya mengembangkan Museum Sadurengas melalui kegiatan edukasi dan promosi, penyediaan fasilitas dan dukungan operasional, serta kerja sama dengan berbagai instansi dan masyarakat. Namun, pengembangan museum belum berjalan secara optimal karena dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya minat kunjungan masyarakat, informasi koleksi yang belum lengkap, pemanfaatan teknologi yang belum maksimal, serta penyebaran informasi yang belum menjangkau masyarakat secara luas. Faktor pendukung pengembangan museum meliputi dukungan anggaran dan kerja sama antarinstansi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan promosi, penguatan sumber daya manusia, penyempurnaan layanan informasi, serta penguatan kerja sama dan partisipasi masyarakat guna mendukung pengembangan Museum Sadurengas sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi sejarah.
References
Armiyati, L., Firdaus, D. W., Siliwangi, U., Edukasi, L., & Partisipatori, P. (2020). BELAJAR SEJARAH DI MUSEUM : OPTIMALISASI LAYANAN EDUKASI BERBASIS PENDEKATAN PARTISIPATORI meliputi kegiatan pengelolaan koleksi yang. 7(2), 81–90.
Fahmi, Ahmad., Suyasa, I Made., A. (2023). No ANALISIS POTENSI DAN PENGEMBANGAN KAMPUNG SASAK ENDE SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI DESA SENGKOL KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Title. Journal Of Responsible Tourism, 3.
Juwita, M., & Arif Musadad, A. (2024). Museum Karst Indonesia Sebagai Wisata Edukasi Sejarah Bagi Masyarakat Di Kabupaten Wonogiri. Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Sejarah, 24(2), 20–31.
Kirom, N. R., Sudarmiatin, & Putra, I. W. J. A. (2016). Faktor-Faktor Penentu Daya Tarik Wisata Kepuasan Wisatawan Terhadap Kepuasan Wisatawan. Jurnal Pendidikan, 1, 536–546.
Komarac, T. (2014). A New World for Museum While Challenging New Market Opportunities. Faculty of Economics and Business, University of Zagreb, 26(2), 199–214.
Mirdad, J. (2020). Kebudayaan dan Wisata Sejarah: Exsistensi Obyek Sejarah Terhadap Perkembangan Wisata di Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan Islam, Volume 10,. https://doi.org/10.37108/khazanah.v10i2.307
Ndjurumbaha, V. Y. L., Tiwu, M. I. H., & Ballo, F. W. (2024). Peran Sektor Pariwisata Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sumba Timur. Jurnal Manajemen Dan Ekonomi Kreatif, 2(3), 46–55.
Pitana, G. (2005). Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Saeroji, A. (2022). 470004-Strategi-Pengembangan-Museum-Tosan-Aji-P-D5C1a678. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(9), 3071–3076.
Sriyani, T. P. (2022). MUSEUM SEBAGAI DAYA TARIK WISATA EDUKASI DI SURABAYA. UNIVERSITAS AIRLANGGA.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wardani, E. K. (2024). ANALISIS STRATEGI PENERAPAN KOMPONEN 4A (ATTRACTION, ACCESSIBILITY, AMENITY, ANCILLARY) WISATA RELIGI MUSEUM ISLAM NUSANTARA LASEM. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG.
Tama, A. R., & Lanin, D. (2025). Museum Buya Hamka Sebagai Destinasi Pariwisata Edukasi Kabupaten Agam. 1, 1–13.