LITERASI KEUANGAN, FINANCIAL TECHNOLOGY, DAN INKLUSI KEUANGAN UMKM KOTA MEDAN: PERAN MEDIASI PERILAKU KEUANGAN
DOI:
https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i9.1236Keywords:
Literasi Keuangan, Financial Technology, Perilaku Keuangan, Inklusi Keuangan, UMKMAbstract
Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Medan terus menghadapi keterbatasan inklusi keuangan meskipun ada pertumbuhan yang stabil dalam literasi keuangan dan adopsi teknologi keuangan (fintech), sebuah kesenjangan yang ditangani oleh studi ini dengan menguji perilaku keuangan sebagai variabel yang menghubungkan dua faktor pendahuluan dengan hasil inklusi keuangan. Menggunakan desain survei kuantitatif, data dikumpulkan dari 100 operator UMKM yang diambil melalui pengambilan sampel acak sederhana, dengan ukuran sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dari 25.301 UMKM terdaftar. Kuesioner Likert lima poin digunakan sebagai instrumen, dan respons diproses dengan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) di SmartPLS 4. Setelah dua indikator yang lemah dihapus, model pengukuran memenuhi ambang batas validitas dan reliabilitas yang diperlukan, dibuktikan dengan skor reliabilitas komposit yang melebihi 0,92 dan rata-rata varians yang diekstraksi (AVE) di atas 0,61. Model struktural menjelaskan sebagian besar varians, mencapai R² sebesar 0,795 untuk inklusi keuangan dan 0,710 untuk perilaku keuangan. Semua tujuh hipotesis didukung: literasi keuangan dan fintech masing-masing memberikan efek positif yang signifikan pada perilaku keuangan (H1, H2) dan pada inklusi keuangan (H3, H4); perilaku keuangan itu sendiri secara signifikan membentuk inklusi keuangan (H5) dan memediasi hubungan antara literasi keuangan, fintech, dan inklusi keuangan (H6, H7). Hasil ini menunjukkan bahwa literasi dan adopsi teknologi saja tidak cukup, karena kontribusi mereka terhadap inklusi keuangan menjadi lebih kuat ketika pelaku UMKM juga menerapkan perilaku keuangan yang disiplin. Oleh karena itu, studi ini mengusulkan kebijakan terintegrasi: pelatihan literasi praktis, insentif digitalisasi fintech, dan pemantauan yang berfokus pada perilaku untuk memperkuat inklusi keuangan UMKM di Kota Medan.
References
Beck, T., Demirgüç-Kunt, A., & Martínez Pería, M. S. (2011). Bank financing for SMEs: Evidence across countries and bank ownership types. Journal of Financial Services Research, 39(1–2), 35–54.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.
Demirgüç-Kunt, A., Klapper, L., Singer, D., Ansar, S., & Hess, J. (2018). The Global Findex database 2017: Measuring financial inclusion and the fintech revolution. World Bank.
Ghozali, I. (2016). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, I. (2020). Structural equation modeling: Metode alternatif dengan partial least square (PLS) (5th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2014). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). Sage Publications.
Irfan, M. (2014). Metodologi penelitian. Kencana.
Juliandi, A. (2018). Structural equation modeling berbasis partial least square. UMSU Press.
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). Financial literacy and economic outcomes: Evidence and policy implications. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44.
Morgan, P. J., & Trinh, L. Q. (2019). Fintech and financial literacy in the digital age (ADB Institute Working Paper No. 1020). Asian Development Bank Institute.
Nugroho, A., & Wicaksono, T. (2021). Financial technology and financial inclusion in Indonesia. Journal of Asian Finance, Economics and Business, 8(2), 523–531.
OECD. (2018). OECD/INFE toolkit for measuring financial literacy and financial inclusion. OECD Publishing.
Otoritas Jasa Keuangan. (2021). Strategi nasional literasi keuangan Indonesia 2021–2025. OJK.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kombinasi (Mixed methods). Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
World Bank. (2022). Financial inclusion. World Bank.
Xiao, J. J., & O'Neill, B. (2016). Consumer financial education and financial capability. International Journal of Consumer Studies, 40(6), 712–721.