PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK MENJADI ECOBRICK DI KELURAHAN TANJUNG PINGGIR KECAMATAN SIANTAR MARTOBA KOTA PEMATANGSIANTAR
DOI:
https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i10.1375Abstract
Pertumbuhan yang semakin pesat di kota-kota di seluruh Indonesia, berdampak terhadap lingkungan, baik fisik maupun non fisik di berbagai bidang, dimana salah satunya yang berhubungan dengan masalah kebersihan dan keindahan lingkungan.(1) Salah satu permasalahannya adalah berkaitan dengan sampah di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar. Sampah dapat membawa dampak yang buruk pada kondisi kesehatan manusia. Sampah yang dibuang sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik akan menimbulkan berbagai dampak bagi kesehatan. Berdasarkan penelitian Eka Sihombing, dkk (2024) menyatakan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana terhadap perilaku membuang sampah sembarangan oleh masyarakat. Penyakit yang muncul karena sampah yang ditimbun dan tidak dikelola dengan baik adalah diare, disentri, malaria, kaki gajah (elephantiasis) dan demam berdarah. Lokasi mitra pengabdian masyarakat tersebut di atas adalah di Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar yang ditanggungjawabi oleh Dinas Lingkungan Hidup Pematangsiantar sub bagian TPA. Adapun permasalahan yang terjadi sampai dengan saat ini di TPA Kelurahan Tanjung Pinggir yaitu pembuangan sampah dan pengolahan sampah yang tidak terkoordinir. Pembuangan sampah yang tidak terkoordinir tersebut berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar pembuangan sampah tersebut, terutama lingkungan masyarakat yang terdekat dengan lokasi sampah tersebut.(6) Banyak sampah plastik yang ditemukan di lokasi tersebut dan sebagaimana kita ketahui bahwa sampah plastik tidak bisa terurai.(7) Dengan tidak terurainya sampah plastik tersebut akan mempengaruhi peresapan air dalam tanah. Hal ini juga akan pengakibatkan pencemaran lingkungan disekitar lokasi pembuangan sampah tersebut. Masalah pencemaran lingkungan tersebut akan mengakibatkan masalah kesehatan masyarakat di sekitar pembuangan sampah.(8) Fenomena saat ini banyak ditemukan ibu rumah tangga yang melakukan peran ganda dalam kehidupan rumah tangganya terkhusus pada masyarakat yang tingkat perekonomian rendah seperti pemulung. Para ibu rumah tangga etnis Batak yang bekerja sebagai pemulung di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Tanjung Pinggir rata- rata menggantungkan hidupnya melalui hasil memulungnya setiap hari. Pemulung etnis Batak bekerja keras demi memperjuangkan kesejahteraan sosial ekonomi keluarganya. Jika melihat peran ganda ibu pemulung etnis Batak melalui faktor yang mempengaruhi sosial ekonomi seperti dalam hal kesehatan ibu pemulung hanya berharap bantuan pemerintah dan menyediakan makanan setiap hari kepada keluarga, dalam hal pendapatan mereka menjadi sosok tulang punggung keluarga, memiliki impian untuk menyekolahkan anak sampai setinggi mungkin dengan cara selalu memberikan motivasi, penyediaan kebutuhan sandang dan pangan keluarga secukupnya saja karena keterbatasan biaya, tempat.
Kata Kunci: Pemberdayaan; Pemanfaatan; sampah_plastik; Ecobrick.