OPTIMALISASI FUNGSI LEGISLASI DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA PADA PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2024 TENTANG PROVINSI DAERAH KHUSUS JAKARTA

Authors

  • Maulida Silvani Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Baharuddin Thahir Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Arwanto Harimas Ginting Institut Pemerintahan Dalam Negeri

DOI:

https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i7.1038

Keywords:

Fungsi Legislasi, DPD RI, Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Pembentukan Undang-Undang, Sistem Bikameral

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya kewenangan legislasi Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, khususnya dalam pembentukan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Meskipun DPD RI dibentuk untuk memperkuat representasi daerah dalam sistem parlemen dua kamar, kewenangan yang dimiliki masih terbatas pada pengajuan dan pembahasan rancangan undang-undang tertentu sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai optimalisasi pelaksanaan fungsi legislasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi legislasi DPD RI dalam pembentukan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam informan yang memiliki keterlibatan langsung dalam proses pembentukan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta dan didukung dengan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teori fungsi legislasi Jimly Asshiddiqie yang meliputi legislative initiation, law making process, law enactment approval, dan binding decision making. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi legislasi DPD RI dalam pembentukan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta belum optimal. Pada dimensi legislative initiation dan law making process, DPD RI telah menjalankan perannya secara aktif melalui penyusunan naskah akademik, pengajuan rancangan undang-undang, penyampaian pandangan, pembahasan daftar inventarisasi masalah, serta pemberian usulan substansi. Namun, pada dimensi law enactment approval dan binding decision making, DPD RI tidak memiliki kewenangan untuk memberikan persetujuan maupun mengambil keputusan yang bersifat mengikat karena kewenangan tersebut berada pada DPR RI dan Presiden. Faktor-faktor yang menghambat optimalisasi fungsi legislasi DPD RI meliputi keterbatasan kewenangan konstitusional, dominasi DPR RI dalam penentuan agenda legislasi, keterbatasan keterlibatan pada tahap pengambilan keputusan, tidak adanya hak suara dalam pengambilan keputusan, sistem bikameral yang bersifat asimetris (weak bicameralism), keterbatasan kewenangan dalam persetujuan dan pengesahan undang-undang, serta tidak adanya kewenangan dalam pemberian persetujuan yang bersifat mengikat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi fungsi legislasi DPD RI memerlukan penguatan kewenangan kelembagaan melalui perbaikan regulasi dan penguatan konstitusional agar representasi daerah dalam proses pembentukan undang-undang dapat terwujud secara lebih efektif dan seimbang dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

References

Ali, Mohammad. (2014). Metodologi & Aplikasi Riset Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Akbar, Patrialis. (2013). Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD NRI Tahun 1945. Jakarta: Sinar Grafika

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Asshiddiqie, J. (2022). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Budiardjo, Miriam. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Creswell, J. W. (2009). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (Third). SAGE Publications Inc.

Djuyandi, Yusa. (2018). Pengantar Ilmu Politik. Depok: Raja Grafindo

Djohan, Djohermansyah. (2014). Merajut Otonomi Daerah pada Era Reformasi (Kasus Indonesia). Jakarta: Yayasan Bhakti Otonomi Daerah.

Djohan, D., Rizal, J., 2025. Koki Otonomi Resep Memajukan Pemda. Jakarta: Kompas Media Nusantara.

Huda, Ni'matul. (2017). Desentralisasi Asimetris Dalam NKRI Kajian Terhadap Daerah Istimewa , Daerah Khusus dan Otonomi Khusus. Bandung: Nusa Media.

Indrati, Maria Farida. (2020). Ilmu Perundang-Undangan 2. Yogyakarta: Kanisius.

Indrawijaya, A.I. (2000). Perilaku Organisasi. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Ismaya, S., dkk. (2021). Manajemen Pelayanan Publik. Bandung: Alfabeta.

Jaweng, R. E. (2022). Empat wajah desentralisasi: membaca dekade kedua otonomi daerah di Indonesia. Jakarta: Kompas bekerja sama dengan KPPOD.

Juwaini, Jazuli. (2015). Mengawal Reformasi Mengkokohkan Demokrasi. Jakarta: Darussalam Publishing.

Kaho, J. R. (2017). Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik Indonesia. Depok: PT. Raja Grafindo Persada.

Karso, A. Junaedi. (2021). Hubungan Pemerintah Pusat & Daerah. Yogyakarta: Samudra Biru.

Labolo, Muhadam. (2011). Memahami Ilmu Pemerintahan Suatu Kajian Teori Konsep dan Pengembangannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Labolo, Muhadam. Toana A.E. (2022). Relokasi Ibukota Negara: Studi Alternatif. Purbalingga: Eureka Media Aksara.

Mahmuzar. (2019). Parlemen Bikameral di Negara Kesatuan: Studi Konstitusional Kehadiran DPD di NKRI. Bandung: Nusa Media.

Nelvitia, Purba. dkk. (2022). Teori Peraturan Perundang-Undangan. Serang: CV. AA Rizky

Nugroho, Riant. (2011). Public Policy: Dinamika Kebijakan, Analisis Kebijakan, dan Manajemen Kebijakan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Nurdin, I., & Hartati, S. (2019). Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: Media Sahabat Cendekia.

Onita, Anak.A.N. (2020). Penguatan Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Daerah. Depok: Rajagrafindo Persada.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research & Evaluation Methods : Integrating Theory and Practice (4th ed.). SAGE Publications Inc.

Rahman, Wahyudin. dkk. (2023). Paradigma Baru Otonomi Daerah & Daerah Otonom. Yogyakarta: Diva Pustaka.

Rusidi. (2008). Metodologi Penelitian Sosial. Bandung: Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran.

Setiadi, Wicipto. (2022). Ilmu dan Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Jakarta: Damera Press.

Subardjo. (2012). DPD Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Penerapan Sistem Bikameral dalam Lembaga Perwakilan Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulaiman, K.F. (2017). Teori Peraturan Perundang-Undangan dan Aspek Pengujiannya. Yogyakarta: Thafa Media.

Syadzily, A.H. (2019). Desentralisasi, Otonomi, dan Pemekaran Daerah di Indonesia. Jakarta:Kencana

Wasistiono, Sadu. (2021). Pengantar Ilmu Pemerintahan (Dari Klasik sampai ke Kontemporer). Sumedang:IPDN Press.

Widjaja, H.A.W. (2014). Otonomi Daerah dan Daerah Otonom. Jakarta: Rajawali Press

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Brinkmann, S. (2023). Discussion of Qualitative Interviewing. Qualitative Interviewing, 135–158. https://doi.org/10.1093/oso/9780197648186.003.0006

Centre for Strategic and International Studies. (2011). Analisis CSIS:Politik Kekerabatan di Indonesia. Vol.40, No.2. ISSN: 1829-5908

Creswell, J. W. (2007). Qualitative Inquiry & Research Design. SAGE Publications Inc. https://doi.org/10.1111/1467-9299.00177

Creswell, J. W., & Lark, V. L. P. (2009). Designing and Conducting Mixed Methods Research (Vol. 12, Issue 4). SAGE Publications, Inc.

Dameanti, A. S., Mahendra, R., & Oktivan, Y. V. (2024). Civil Officium : Journal of Empirical Studies on Social Science Kedudukan Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Daerah dalam Ketatanegaraan Indonesia.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The SAGE Handbook of Qualitative Research. In SAGE Publications, Inc. (Vol. 195, Issue 5). SAGE Publications, Inc. https://doi.org/10.1007/s11229-017-1319-x

Hafiz, M., & Febiani, R. A. (2025). The Effectiveness of Regional Representative Councils : An Analysis of Checks and Balances and the Protection of Indigenous Peoples Rights. 7(1), 1–18. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v7i1.7278

Mcgarry, J. (2007). Asymmetry in Federations, Federacies and Unitary States. Ethnopolitics, 6(1), 105–116. https://doi.org/10.1080/17449050701232983

Meylanti, et all. (2024). Optimalisasi Fungsi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai Pilar Demokrasi.

Nurlia, et all. (2024). Reinforcement of Indonesia's Regionanl Representatives Council For A Better Future of The Indonesian People's Representative Institution. Cos

Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research & Evaluation Methods : Integrating Theory and Practice (4th ed.). SAGE Publications Inc.

Nurlia, et all. (2024). Reinforcement Of Indonesia’s Regional Representatives Council For A Better Future Of The Indonesian People's Representative Institution. Cosmogov: Jurnal Ilmu Pemerintahan. https://doi.org/10.24198/cosmogov.v10i2.57950

Rattu, et all. (2022). Optimalisasi Kinerja Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan Dalam Perencanaan Pembangunan. Jurnal Governance. Vol.2, No.1, 2022. ISSN: 2088-2815.

Tarlton, C. D. (1965). Symmetry and Asymmetry as Elements of Federalism: A Theoretical Speculation. The Journal of Politics, 27(4), 861–874. https://doi.org/10.2307/2128123

Wardani, R. S. R. (2023). Regional Representative Council in the Indonesian State Governance System: A Study of the Bicameral System. SIGn Jurnal Hukum, 5(1), 1–16. https://doi.org/10.37276/sjh.v5i1.228

Wele, Y. A. H., Monteiro, Y. M., & Tupen, R. R. (2024). Fungsi Legislasi Dewan Perwakilan Daerah dalam Pembentukan Undang-Undang. Federalisme: Jurnal Kajian Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 1(3), 102–115. https://doi.org/10.62383/federalisme.v1i3.53

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods. SAGE Publications Inc. https://doi.org/10.1177/109634809702100108

Downloads

Published

2026-07-12

Issue

Section

Articles