PENGARUH PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP, NILAI EKSPOR PERIKANAN, DAN JUMLAH NELAYAN TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO DI SEPULUH PROVINSI UTAMA MARITIM INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i7.1112Keywords:
PDRB, Produksi Perikanan Tangkap, , Ekspor Perikanan, Nelayan, Regresi Data panelAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produksi perikanan tangkap, nilai ekspor perikanan, dan jumlah nelayan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada sepuluh provinsi utama maritim Indonesia, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara besarnya potensi sumber daya kelautan Indonesia dengan kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian daerah yang masih bervariasi antarprovinsi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk data panel yang mencakup sepuluh provinsi maritim selama periode 2019–2024. Data diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pemilihan model terbaik melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier, serta didukung oleh uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM). Secara parsial, produksi perikanan tangkap tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB, sedangkan nilai ekspor perikanan dan jumlah nelayan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja ekspor perikanan dan penguatan kapasitas tenaga kerja nelayan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di wilayah maritim Indonesia. Sementara itu, peningkatan volume produksi perikanan tangkap perlu diiringi dengan pengembangan industri pengolahan, peningkatan nilai tambah, dan penguatan rantai distribusi agar dapat memberikan kontribusi ekonomi yang lebih optimal terhadap PDRB.
References
Astuti, R. W., & Purwiyanta. (2024). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produk domestik regional bruto (PDRB) di Pantura Provinsi Jawa Tengah tahun 2018–2022. JER Jurnal Ekonomi Regional, 16(1), 1–10. https://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/jer/article/view/13063/6486
Badan Pusat Statistik Indonesia. (10 Maret 2026). Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Provinsi (miliar rupiah), 2023. Diakses pada 17 Juni 2026, dari https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/YjJ0WGNERmxhMUV5UkdoeFIwSXJjRUo0ZERGalVUMDkjMw==/produk-domestik-regional-bruto-atas-dasar-harga-konstan-2010-menurut-provinsi--miliar-rupiah---2022.html?year=2023
Daryanto, A. (2007). Dari klaster menuju peningkatan daya saing industri perikanan. Buletin Craby dan Starky, Edisi Januari 2007.
Jaunky, V. C. (2011). Fish exports and economic growth: The case of SIDS. Coastal Management, 39(4), 377–395.
Ramadhani, A. S. (2025). Pengaruh ekspor komoditas perikanan terhadap perekonomian Indonesia. Media Riset Bisnis Ekonomi Sains dan Terapan (MRBEST), 1(1), 1–11.
Rochwulaningsih, Y., Sulistiyono, S. T., Masruroh, N. N., & Maulany, N. N. (2019). Marine policy basis of Indonesia as a maritime state: The importance of integrated economy. Marine Policy, 108, 103602.
Rugian, G. (2013) Olahan dan analisis produksi ekspor hasil perikanan terhadap PDRB Kota Bitung. Jurnal EMBA, 1(3), hlm. 334–344.
Sofiyanti, N., & Suartini, S. (2016). Pengaruh jumlah kapal perikanan dan jumlah nelayan terhadap hasil produksi perikanan di Indonesia. Accounthink: Journal of Accounting and Finance, 1(1).
World Bank. (2022). How much does physical infrastructure contribute to economic growth? An empirical analysis (Policy Research Working Paper No. 9888). World Bank Group. https://doi.org/10.1596/1813-9450-9888
Zebua, N. D., & Ramli, R. (2014). Analisis pengaruh jumlah armada, jumlah nelayan, PDRB, dan investasi terhadap produksi perikanan di Wilayah Nias (analisis data panel). Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 2(8).