PENGARUH PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI, PENANAMAN MODAL ASING, DAN TENAGA KERJA TERHADAP NILAI TAMBAH SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN DI PULAU SUMATERA
DOI:
https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i8.1147Keywords:
investasiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), dan Tenaga Kerja terhadap Nilai Tambah Sektor Industri Pengolahan di Pulau Sumatera periode 2017–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data panel sekunder dari 10 provinsi di Pulau Sumatera yang bersumber dari BPS dan BKPM. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM) yang dipilih berdasarkan Uji Chow dan Uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMDN berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai tambah industri pengolahan (koefisien = 0,000352, prob. = 0,0160). PMA dan Tenaga Kerja masing-masing berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap nilai tambah industri pengolahan (PMA prob. = 0,1686, Tenaga Kerja prob. = 0,7318). Secara simultan, PMDN, PMA, dan Tenaga Kerja berpengaruh signifikan terhadap nilai tambah industri pengolahan dengan F-statistik sebesar 39,16 dan Adjusted R-squared sebesar 85,29%, yang berarti ketiga variabel mampu menjelaskan 85,29% variasi nilai tambah industri pengolahan di Pulau Sumatera. Implikasi kebijakan menekankan perlunya penguatan insentif investasi domestik, peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan vokasi, serta reformasi kebijakan PMA agar lebih berorientasi pada keterkaitan dengan industri lokal.
References
jurnal