SOLIDARITAS MASYARAKAT PESISIR DALAM TRADISI SKILOT DI KECAMATAN LEKOK KABUPATEN PASURUAN
DOI:
https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i8.1154Keywords:
Solidaritas sosial, Tradisi skilot, Masyarakat pesisir, Manfaat ekonomiAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis solidaritas sosial masyarakat pesisir dalam tradisi Skilot di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Tradisi Skilot merupakan kearifan lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat pesisir dan menjadi bagian penting dari identitas budaya setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap panitia, masyarakat, pedagang, sponsor, dan pengunjung yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi Skilot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas sosial masyarakat pesisir terbentuk melalui tiga aspek utama, yaitu kebersamaan, perilaku sosial, dan bantuan sosial. Kebersamaan tercermin dari partisipasi aktif masyarakat dalam persiapan dan pelaksanaan tradisi, perilaku sosial ditunjukkan melalui gotong royong, kerja sama, musyawarah, dan interaksi sosial antarwarga, sedangkan bantuan sosial diwujudkan melalui santunan kepada anak yatim dan kaum duafa. Temuan ini sejalan dengan teori solidaritas mekanik Émile Durkheim yang menekankan pentingnya kesamaan nilai dan kesadaran kolektif dalam membentuk ikatan sosial. Selain memperkuat solidaritas sosial, tradisi Skilot juga memberikan manfaat ekonomi melalui aktivitas perdagangan, keterlibatan sponsor, dan meningkatnya kunjungan masyarakat selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, tradisi Skilot berperan penting dalam menjaga kohesi sosial sekaligus mendukung kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.
References
Afriandi, F., Abdillah, L., & Mardhatillah, M. (2024). Penguatan Lembaga Adat Panglima Laot: Pembelajaran dari penyelesaian Konflik Nelayan dalam mewujudkan Komunitas Nelayan yang Inklusif. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 10(1), 59-70.
Afriansyah, A., & Sukmayadi, T. (2022). Nilai kearifan lokal tradisi sedekah laut dalam meningkatkan semangat gotong royong masyarakat pesisir Pantai Pelabuhan Ratu. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(1), 38-54.
Aji, S., Septiyaningsih, D. N., Nurhalimah, L., & Pusparani, S. (2025). Implementasi Nilai-nilai Kearifan Lokal Desa Penglipuran dalam Meningkatkan Solidaritas Sosial. Concept: Journal of Social Humanities and Education, 4(1), 114-121.
Durkheim, E. (2018). The division of labor in society. In Social stratification (pp. 217-222). Routledge.
Durkheim, É. (2014). The division of labor in society (W. D. Halls, Trans.). Macmillan. (Original work published 1893)
Kumalasari, L. D. (2022). Makna Solidaritas Sosial Dalam Tradisi ‘Sedekah Desa’(Studi pada Masyarakat Desa Ngogri Megaluh Jombang). Jurnal Partisipatoris, 4(1).
Kurnia, H., Khasanah, I. L., Kurniasih, A., Lamabawa, J., Darto, Y., Wawuan, F. Z., ... & Santoso, M. I. B. (2023). Gotong Royong Sebagai Sarana Dalam Mempererat Solidaritas Masyarakat Dusun Kalangan. EJOIN: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(4), 277-282.
LESTARI, O. D. L. O. D., & ESY, E. P. E. E. P. (2021). Nilai Kebersamaan Pada Tradisi Saparan Bekakak Di Desa Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta. Jurnal Sosialita, 16(2).
Miles, M.B., Huberman, A.M. and Saldaña, J., 2014. Qualitative data analysis: A methods sourcebook. 3rd ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications. Available at: https://www.metodos.work/wp-content/uploads/2024/01/Qualitative-Data Analysis.pdf
Oktavia, N. (2023). Tradisi Marsiadapari Masyarakat Batak Toba Dalam Perspektif Teori Solidaritas Emile Durkheim. Jurnal Diakonia, 3(1), 35-46.
Parapat, L. H., & Aritonang, D. R. (2020). Nilai Kearifan Lokal Dan Upaya Pemertahanan Budaya “Marsalap Ari” Dalam Menjalin Solidaritas Antar Sesama Di Desa Paringgonan Sebagai Bahan Ajar Pembentukan Karakter Mahasiswa. Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 5(1), 25-28.
Rahayu, S. S., Waskito, W., & Widianto, A. (2022). Budaya Petik Laut: Solidaritas sosial berbasis kearifan lokal pada masyarakat pesisir di Dusun Parsehan Kabupaten Probolinggo. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 2(6), 565-576.
Rahmawati, D., Sati, F. R., Agustina, N. S., Miranda, O., & Muherti, R. (2024). Peran Tradisi Baralek dalam Memperkuat Solidaritas Masyarakat Kota Padang. Argopuro: Administration, Government, and Public Relation Journal, 1(2), 18-23.
Rifdah, B. N., & Giriwati, N. S. S. (2024). Partisipasi Masyarakat dalam Keberlanjutan Kampung Budaya Polowijen, Malang. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 13(3), 139-148.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian bisnis: pendekatan kuantitatif, kualitatif, kombinasi, dan R&D. Alfabeta.
Triadiyatma, A. (2016). Model penyelesaian konflik nelayan berbasis kearifan lokal sebagai modal sosial di Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).
Wardani, F. K. (2023, November). Peran Tradisi Sayan dalam Mempertahankan Solidaritas Masyarakat Dusun Cangkring Kedunglosari Tembelang Jombang. In Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS) (Vol. 2, pp. 324-334).
Widyastuti, E. A., Lestari, Y., Aji, D. R., Dhika, D. F., & Lukitoaji, B. D. (2025). Dampak Globalisasi terhadap Budaya Lokal: Tantangan Dan Peluang. Sosiola Pedagogi: Jurnal Inovasi Pendidikan, Sosial, Dan Humaniora, 1(1).
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.).Los Angeles: SAGE Publications. 32.
Yusifa, I., & Susanti, R. (2024). Kearifan Lokal Maritim dan Solidaritas Mekanis Komunitas Nelayan Kelong Api di Desa Persing Kecamatan Singkep Pesisir Provinsi Kepulauan Riau. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(12), 13418-13425.