MELACAK PERAN GREEN NGO MOVEMENT DALAM PENGENDALIAN KRISIS IKLIM DI KOTA BANDAR LAMPUNG

Authors

  • Darmawan Purba Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Lampung
  • Bendi Juantara Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Lampung
  • R. Sigit Krisbintoro Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i9.1251

Keywords:

Gerakan LSM Hijau, LSM lingkungan, krisis iklim, tata kelola lingkungan

Abstract

Studi ini meneliti peran Gerakan LSM Hijau dalam mitigasi krisis iklim di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini berfokus pada dua aspek utama: memetakan arah pembangunan perkotaan melalui dokumen Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Wilayah (RPJMD), dan menelusuri peran LSM lingkungan dalam melakukan advokasi, pendidikan, kontrol sosial, dan produksi data. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan observasi, wawancara, tinjauan pustaka, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Informan yang terlibat dalam studi ini meliputi BAPPEDA, BPBD, Badan Lingkungan Hidup, dan WALHI Lampung. Temuan menunjukkan bahwa orientasi pembangunan Kota Bandar Lampung belum sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip ekologi. Hal ini terlihat dari terbatasnya proporsi ruang terbuka hijau, meningkatnya tekanan konversi lahan, banjir yang berulang, pencemaran lingkungan, dan pengelolaan sampah yang tidak memadai. Di sisi lain, WALHI Lampung telah muncul sebagai aktor penting dalam mengoreksi arah pembangunan melalui advokasi berbasis masyarakat, kampanye lingkungan, perlindungan ekosistem, dan penguatan kesadaran publik. Namun, inisiatif-inisiatif ini terus menghadapi kendala struktural, khususnya keterbatasan sumber daya, dukungan kebijakan yang tidak memadai, dan dominasi agenda pembangunan yang berorientasi ekonomi. Studi ini berpendapat bahwa krisis iklim perkotaan dapat diatasi secara lebih efektif melalui tata kelola lingkungan kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, LSM, masyarakat, akademisi, dan media.

 

Kata kunci: Gerakan LSM Hijau, LSM lingkungan, krisis iklim, tata kelola lingkungan

References

Akibu, R. S. (2025). Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Gorontalo Integrasi Sosial, Ekonomi, Dan Lingkungan. Perubahan Iklim Dan Pembangunan Berkelanjutan, 107.

Angraeni, M., Azizah, W., & Nurhadi, A. M. (2025). Peran, Strategi, dan Tantangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkungan dalam Menyelesaikan Permasalahan Pengelolaan Sampah. Advances In Education Journal, 2(3), 2223–2233.

Aulia, M. R., Atikah, Q., Hartini, H., Sani, S. R., & Maulidia, V. (2025). Ekonomi Hijau Sebagai Tantangan Pembangunan Berkelanjutan. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Baihaqi, M. G., Kusuma, R. S. B. G., Ozora, F. A., & Ajesbiah, T. R. (2025). Transformasi penataan ruang daerah: Tantangan dan peluang menuju pembangunan berkelanjutan. Jurnal Regional Planning, 7(2), 82–91.

Efendi, Z. (2024). Strategi pembangunan berkelanjutan dalam perencanaan daerah untuk menghadapi perubahan iklim global. Indonesian Journal of Research and Service Studies, 1(4), 198–209.

Fandeli, C. (2021). Pembangunan kota hijau. Ugm Press.

Fatmawati. (2020). Potensi Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (Rth) Publik Di Kecamatan Enggal Kota Bandar Lampung. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota.

Febriosa, S., Pratama, W. S., Mahdalena, Z., & Ikhwan, I. (2025). Analisis Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kualitas Lingkungan Hidup Dan Kehidupan Sosial Masyarakat. MUDABBIR Journal Research and Education Studies, 5(2), 2211–2221.

Hikmah, H. D., Mansyur, U., & Syahbandar, M. Y. (2025). Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Sekitar Jalan Lingkar Dramaga Kabupaten Bogor. Jendela Kota: Jurnal Perencanaan Dan Pengembangan Wilayah Dan Kota, 2(1), 17–32.

Humaida, N. (2024). Dasar-dasar pengetahuan lingkungan berbasis perubahan iklim global. UrbanGreen Central Media.

Isra, M., Sakti, H. H., Radhinal, Y., & Ahmad, D. N. A. (2025). Rekonstruksi Ruang Peri-Urban: Interaksi Sosial-Ekonomi Dalam Dinamika Kutub Pertumbuhan Dan Proses Gentrifikasi Di Kawasan Perkotaan Bulukumba. Jurnal Peweka Tadulako, 4(1), 1–17.

Lamading, E. Z., & Nurlinah, S. (2025). Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Dalam Penataan Ruang Terbuka Hijau: Studi Kasus Kabupaten Enrekang.

Mukti, R. A., & Efendi, D. (2020). Kampung Hijau Gambiran: Praktik tata kelola lingkungan hidup berbasis collaborative governance. Samudra Biru.

Mustofa, M. U., Rafifah, A. M., Zalzabila, A., Sari, M., Rosianawati, A., Firmansyah, M. A., Pratama, H. Y., & Nigitama, R. (2025). PROBLEMATISASI PARADIGMA SUSTAINABLE DEVELOPMENT DAN KEADILAN EKOLOGIS BAGI NEGARA BERKEMBANG. JISIPOL| Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 9(2).

Phelia, A., & Damanhuri, E. (2019). Kajian evaluasi tpa dan analisis biaya manfaat sistem pengelolaan sampah di tpa (studi kasus tpa bakung kota bandar lampung). Jurnal Teknik Lingkungan, 25(2), 85–100.

Praja, S. E., & Asran, A. (2025). Strategi Tata Ruang Kota Ramah Lingkungan: Pendekatan Ekologis dalam Perencanaan Urban Kota Makassar. Journal of Health Quality Development, 5(1), 12–22.

Priyanta, M., & Zulkarnain, C. S. A. (2024). Urban green open space in developing countries: Indonesia regulations, problems and alternative solutions. Journal of Property, Planning and Environmental Law, 16(2), 134–151.

Rachman, R. M., Mas’ud, F., Sasmita, A., Balany, F., Sjachrawy, L. O. M. I., Aswad, N. H., & Sukri, A. S. (2025). Sistem Pengelolaan Lingkungan Terpadu di Wilayah Perkotaan. Arsy Media.

Rahayu, S., Laraswati, D., Permadi, D. B., Sahide, M. A. K., & Maryudi, A. (2023). Only a noise? The role of non-governmental organizations in the policy processes of a new social forestry model in indonesia. Small-Scale Forestry, 22(2), 253–270.

Republika. (2020). Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandar Lampung Merosot | Republika Online. https://news.republika.co.id/berita/s75cfu436/ruang-terbuka-hijau-di-kota-bandar-lampung-merosot

Sinurat, A., Sihombing, B. H., Saragih, R., Setiawan, A. R., & Pasaribu, V. (2025). Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bah Bolon Untuk Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Berkelanjutan. Jurnal Regional Planning, 7(2), 98–108.

Downloads

Published

2026-08-09