ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 135/PUU-XXII/2024 TENTANG PEMISAHAN PEMILU NASIONAL DAN PEMILU LOKAL PRESPEKTIF SIYASAH QADHAIYYAH
DOI:
https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i9.1299Keywords:
Mahkamah Konstitusi, Siyasah Qadhaiyyah, Sistem Pemilu, Ijtihad Yudisial, Pemisahan PemiluAbstract
Kompleksitas penyelenggaraan pemilu serentak di Indonesia telah memicu perdebatan konstitusional mengenai desain sistem pemilu yang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertimbangan hakim dalam menetapkan jeda waktu dua hingga dua setengah tahun antara Pemilu Nasional dan Pemilu Lokal, mengkaji implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 terhadap sistem ketatanegaraan, serta mengevaluasi putusan tersebut dari perspektif Siyāsah Qaḍā'iyyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, dengan pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan jeda waktu tersebut bukan kebijakan arbitrer, melainkan dibangun melalui kesinambungan doktrin dengan Putusan Nomor 55/PUU-XVII/2019, evaluasi empiris terhadap Pemilu 2019 dan 2024, serta penerapan asas proporsionalitas. Putusan ini membawa implikasi terhadap rekonstruksi sistem hukum pemilu nasional, kapasitas kelembagaan penyelenggara pemilu, serta kualitas tata kelola kepemiluan. Dari perspektif Siyāsah Qaḍā'iyyah, putusan ini mencerminkan ijtihad qadā'ī yang berbasis fakta empiris (ijtihad mabni 'ala al-waqi'), berlandaskan prinsip jalb al-maṣlaḥah wa dar' al-mafsadah, istiqlāl al-qaḍā', tawazun, dan tadarruj. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerangka Siyāsah Qaḍā'iyyah lebih komprehensif dibandingkan teori demokrasi semata karena mampu menjelaskan dimensi substantif sekaligus metodologis dari putusan tersebut.
References
Afandi, A., Saebani, B. A., & Nasrudin, N. (2024). Tinjauan Siyasah Qadhaiyyah Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 Mengenai Ketentuan Tambahan Pengalaman Menjabat Kepala Daerah dan Syarat Usia Minimal Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. UNES Law Review, 7(1), 297–306. https://doi.org/10.31933/unesrev.v7i1.2275
Ari Fatullah, A., M. Maghfur Agung, & Rahmah Meladiah. (2025). Implikasi Konstitusional dan Sistemik: Analisis Putusan MK Nomor 135/PUU-XXII/2024 tentang Pemisahan Pemilu Nasional dan Pilkada. ELQONUN: Jurnal Hukum Ketatanegaraan, 3(1), 37–45. https://doi.org/10.19109/elqonun.v3i1.30988
Al-Qur'an Doa dan Zikir, ed. Usman el-Qurtuby dan Andi Subarkah, Lc. Bandung: Quran Cordoba, Edisi Cetak Februari 2024
Al-Bukhārī, M. I. (n.d.). Shahīh al-Bukhārī.
al-Hajjāj, M. ibn. (n.d.). Shahīh Muslim.
Al-Māwardī. (2000). Al-Ahkām al-Sulthāniyyah. Pustaka Amani.
Al-Suyūthī, J. (n.d.). Al-Asybāh wa al-Nazhā’ir fī Qawā’id wa Furū’ Fiqh al-Syāfi’iyyah. Dār al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Anggraini, T. (2020). Evaluasi Pemilu Serentak 2019: Korban Jiwa dan Beban Kerja Penyelenggara. Jurnal Pemilu Dan Demokrasi, 12(1).
Asshiddiqie, J. (2016). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Sinar Grafika.
Abd al-Wahhāb Khallāf (1977) al-Siyāsah al-Syar'iyyah. Kairo: Dār al-Anṣār.
Barak, A. (2012). Proportionality: Constitutional Rights and Their Limitations. Cambridge University Press.
Bovens, M., ’t Hart, P., & Kuipers, S. (2014). The Oxford Handbook of Public Accountability. Oxford University Press.
Budiardjo, M. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. PT Gramedia Pustaka Utama.
Budiardjo, M. (2019). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Gramedia Pustaka Utama.
Dahl, R. (2000). On Democracy. Yale University Press.
Dahl, R. A. (1989). Democracy and Its Critics. Yale University Press.
Sartori, G. (2005). Parties and party systems: A framework for analysis. ECPR Press.
Deliady, D., & Irwansyah, I. (2024). Dissenting Opinion Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 1/PHPU.PRES-XXII/2024 Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024 Dalam Perspektif Siyasah Qadhaiyyah. Morality: Jurnal Ilmu Hukum, 10(2), 357–366. https://doi.org/10.52947/morality.v10i2.895
Diamond, L. (1999). Developing Democracy: Toward Consolidation. Johns Hopkins University Press.
Harahap, M., & Harahap, M. Y. (2025). Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 62/PUU-XXII/2024 Tentang Penghapusan Presidential Threshold Perspektif Siyasah Qadhaiyyah. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 4(7), 331–349. https://doi.org/10.55681/sentri.v4i7.4221
Harapan, R., Hardianto, B., & Rahayu, P. (2025). Independensi Pengawas, Netralitas Aparatur, dan Efektivitas Hukum dalam Pemilu Serentak di Indonesia. IBLAM Law Review, 5(1).
Hardiyanti, N. Y. (2025). Rendahnya Partisipasi Pemilih pada Pilkada 2024 dan Ancaman terhadap Demokrasi. Dirosat Journal of Islamic Studies, 10(1), 37–44.
Hatimurrazi, D. (2025). Analisis Yuridis terhadap Pemisahan Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(8), 1–19.
Hermawan, A. N., Saebani, B. A., & Sutiana, Y. (2026). Tinjauan Siyasah Qadhaiyyah Atas Putusan MK Nomor 199/PUU-XXIII/2025 Tentang Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik, 6(4), 3389–3398. https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i4.8474
Hirschl, R. (2008). Towards Juristocracy: The Origins and Consequences of the New Constitutionalism. Harvard University Press.
Huda, N. (2020). Hukum Tata Negara Indonesia. Rajawali Pers.
Huntington, S. P., & Nelson, J. M. (1976). No Easy Choice: Political Participation in Developing Countries. Harvard University Press.
I, D. A. R. (n.d.). Al-Qur’an dan Terjemahnya.
Ibn Mājah, Sunan Ibn Mājah, Kitab al-Aḥkām, Bāb Man Banā fī Ḥaqqihi Mā Yaḍurru bi Jārihi
(Hatimurrazi, 2025)
Indonesia, M. K. R. (2025). Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Janu, I. (2019). Demokrasi Tiang Negara. Delta Edukasi Prima.
Jalāl al-Dīn al-Suyūṭī (1990) al-Asybāh wa al-Naẓā'ir fī Qawā'id wa Furū' Fiqh al-Syāfi'iyyah. Beirut: Dār al-Kutub al-'Ilmiyyah
Khallaf, A. W. (1988). Al-Siyāsah Al-Syar’iyyah. Dār al-Qalam.
Marzuki, P. M. (2021). Penelitian Hukum. Kencana.
McClosky, H. (1968). Political Participation. Macmillan.
Miaz, Y. (2012). Partisipasi Politik: Pola Perilaku Pemilih Pemilu Masa Orde Baru dan Reformasi. UNP Press.
Mietzner, M. (2009). Military Politics, Islam, and the State in Indonesia: From Turbulent Transition to Democratic Consolidation. ISEAS.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.
Muḥammad bin Ismā'īl al-Bukhārī (1422). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitab al-I'tiṣām bi al-Kitāb wa al-Sunnah. Beirut: Dār Ṭawq al-Najāh
Norris, P. (2015). Why Elections Fail. Cambridge University Press.
Nur, A., Ramadhani, M. I., & Kurniati. (2025). Konsep Pemimpin Adil Ibnu Taimiyah dan Relevansinya dengan Demokrasi Indonesia. Archipelago Journal of Southeast Asia Islamic Studies, 3(1), 10–21. https://doi.org/10.37567/archipelago.v3i1.4138
Nurdiyanto, I., Musyahid, A., & Akmal, A. M. (2025). Kaidah Terkait Mafsadat yang Saling Berhadapan. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(1), 101–104.
Parapat, A. R., & Khalid. (2025). Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 tentang Pemisahan Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah Perspektif Siyasah Dusturiyah. Qanun: Journal of Islamic Laws and Studies, 4(1), 527–537.
Pollitt, C., & Bouckaert, G. (2017). Public Management Reform: A Comparative Analysis – Into the Age of Austerity (4th ed.). Oxford University Press.
Pulungan, P. S. (1999). Fiqih Siyasah: Ajaran, Sejarah dan Pemikiran. Raja Grafindo Persada.
Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 14/PUU-XI/2013. (2013).
Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 55/PUU-XVII/2019. (2019).
Riska. (2025). Implikasi Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal terhadap Masa Jabatan Kepala Daerah dan Anggota DPRD. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(6), 2437–2444.
Rizky, G. A., Rifandy, M. A., Hasan, M. F., & Lisnawati, L. (2025). Kaidah-Kaidah Khusus Siyasah Qadhaiyyah. Tadhkirah: Jurnal Terapan Hukum Islam Dan Kajian Filsafat Syariah, 2(2), 20–31.
Sari, M., Karim, Z. P., & Armia, M. S. (2023). Analisis Siyasah Qadha’iyyah terhadap Pemberhentian Presiden melalui Mahkamah Konstitusi. Jurnal APHTN-HAN, 2(1).
Sartori, G. (1976). Parties and Party Systems: A Framework for Analysis. Cambridge University Press.
Sartori, G. (1997). Comparative Constitutional Engineering: An Inquiry into Structures, Incentives and Outcomes. Macmillan.
Shadrina, G. N., Saebani, B. A., & Alamsyah, T. (2025). Dissenting Opinion Hakim Dalam Amar Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 Tentang Uji Materiil Pasal 169 Huruf Q Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum dalam Prespektif Siyasah Qadhaiyyah. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik, 5(4), 3274–3286. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i4.4431
Sirajuddin, Ramadhan, F., & Rafiqi, I. D. (2021). Urgensi Pemisahan Penyelenggaraan Pemilihan Umum Serentak Nasional dan Lokal. Volksgeist, 4(2), 233–247. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v4i2.5232
Soekanto, S. (2014). Pengantar Penelitian Hukum. Universitas Indonesia.
Soemitro, R. H. (1988). Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri. Ghalia Indonesia.
Suhaimi, M. R., & Hakim, M. R. (2023). Al-Maqāṣid al-Syarī’ah: Teori dan Implementasi. Sahaja: Journal Shariah and Humanities, 2(1).
Sultan, L. (2013). Kekuasaan Kehakiman dalam Islam dan Aplikasinya di Indonesia. Jurnal Al-Ulum, 13(2), 435–452.
Sunggono, B. (2013). Metodologi Penelitian Hukum. RajaGrafindo Persada.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum (2017).
Zakaria, M. (2018). Peradilan dalam Politik Islam (Al Qadhaiyyah fi Siyasah Assyar’iyyah). Hukumah: Jurnal Hukum Islam, 1(1).