PENGARUH PEMANFAATAN SIBERAS TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR DESA SIPODECENG KECAMATAN BARANTI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
DOI:
https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i9.1307Keywords:
SIBERAS, pelayanan publik, e-government, SERVQUAL, desa digitalAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan Sistem Informasi Berbasis Administrasi Desa (SIBERAS) terhadap kualitas pelayanan publik di Kantor Desa Sipodeceng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang. Latar belakang penelitian ini didasari oleh belum optimalnya pemanfaatan SIBERAS dalam mendukung pelayanan administrasi desa, meskipun regulasi dan kebijakan digitalisasi pemerintahan telah mendorong penerapan e-government di tingkat desa. Kajian ini menggunakan teori e-government, konsep pemanfaatan sistem informasi dari (Davis, 1989), serta model SERVQUAL dari (Parasuraman et al., 1988), yang mencakup dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy sebagai landasan pengukuran kualitas pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis asosiatif, melibatkan 52 responden dari populasi 260 orang melalui teknik sampling 20 persen. Data digali melalui kuesioner berskala Likert, observasi langsung, serta studi kepustakaan dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan regresi linear sederhana berbantuan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan SIBERAS berkategori sangat baik dengan capaian 82,01 persen, dan kualitas pelayanan publik juga berkategori sangat baik dengan capaian 84,23 persen. Uji regresi membuktikan pengaruh positif dan signifikan pemanfaatan SIBERAS terhadap kualitas pelayanan publik, dengan koefisien regresi 0,336, nilai t hitung 2,274, dan signifikansi 0,027, serta kontribusi sebesar 9,4 persen terhadap variabel kualitas pelayanan, sementara 90,6 persen sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model seperti kompetensi aparatur dan budaya organisasi. Disimpulkan bahwa optimalisasi pemanfaatan SIBERAS berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat pemerintahan desa.
References
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Bandur, A. (2019). Penelitian Kuantitatif: Metodologi, Desain, dan Teknik Analisis Data dengan SPSS. Deepublish.
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008
Dwiyanto, A. (2018). Manajemen Pelayanan Publik: Peduli, Inklusif, dan Kolaboratif. Gadjah Mada University Press.
Fathrurrahman. (2020). Pengaruh Teknologi dan Kompetensi Aparatur terhadap Kualitas Pelayanan Publik. Jurnal Ilmu Administrasi, 8(1), 45–60.
Indrajit, R. E. (2002). Electronic Government: Strategi pembangunan dan pengembangan sistem pelayanan publik berbasis teknologi digital. Andi.
Lestari. (2022). Kompetensi Aparatur dan Implementasi Teknologi dalam Pelayanan Publik Desa. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 12(1), 55–70.
Mustanir, A. (2021). Sistem Informasi Desa dalam Meningkatkan Tata Kelola Administrasi Desa.
Nisa. (2024). Implementasi Sistem Informasi Desa dalam Mendukung Tata Kelola Administrasi Desa.
Nurhadi. (2020). Faktor Pendukung dan Penghambat E-Government di Pemerintahan Desa. Jurnal Governance Dan Kebijakan Publik, 7(2), 101–115.
Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2016 Tentang Administrasi Pemerintahan Desa (2016).
Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (2018).
Priyatno, D. (2012). Belajar Cepat Olah Data Statistik dengan SPSS. Andi Offset.
Rahayu. (2021). Implementasi Sistem Informasi Desa Berbasis Digital. Jurnal Administrasi Publik, 10(2), 1–15.
Sari. (2020). Pengaruh Pemanfaatan Sistem Informasi Desa terhadap Kinerja Pelayanan. Jurnal Administrasi Dan Manajemen Publik, 9(1), 23–37.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.