STRATEGI TRANSFORMASI PENGELOLAAN SAMPAH BERKELANJUTAN MELALUI PENGUATAN BANK SAMPAH DAN TPS3R DI KOTA SUNGAI PENUH
Abstract
Pengelolaan sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang semakin kompleks seiring dengan pertumbuhan penduduk, peningkatan aktivitas ekonomi, dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Di Kota Sungai Penuh, peningkatan timbulan sampah belum diimbangi dengan kapasitas pengelolaan yang memadai, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, kesehatan, dan estetika perkotaan. Meskipun Pemerintah Kota Sungai Penuh telah mengembangkan program Bank Sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya partisipasi masyarakat, serta belum optimalnya dukungan kebijakan dan kelembagaan.
Policy paper ini bertujuan merumuskan alternatif kebijakan yang paling tepat dalam mendukung transformasi pengelolaan sampah berkelanjutan di Kota Sungai Penuh. Metode yang digunakan adalah analisis kebijakan publik melalui identifikasi masalah menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth), analisis akar penyebab masalah menggunakan pohon masalah, serta evaluasi alternatif kebijakan menggunakan kriteria William N. Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Alternatif kebijakan yang dianalisis terdiri atas penguatan kebijakan dan kelembagaan, optimalisasi Bank Sampah dan TPS3R, serta edukasi dan insentif partisipasi masyarakat.
Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif penguatan kebijakan dan kelembagaan memperoleh nilai kelayakan tertinggi dengan skor rata-rata 8,8, dibandingkan optimalisasi Bank Sampah dan TPS3R sebesar 8,3 serta edukasi dan insentif partisipasi masyarakat sebesar 8,0. Oleh karena itu, kebijakan yang direkomendasikan adalah penguatan kebijakan dan kelembagaan pengelolaan sampah melalui penyempurnaan regulasi daerah, penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan, peningkatan kapasitas kelembagaan pengelola sampah, serta optimalisasi peran Bank Sampah dan TPS3R sebagai instrumen utama pengurangan sampah berbasis masyarakat.
Implementasi kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendukung terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan di Kota Sungai Penuh.