STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS DALAM MENANGGULANGI STUNTING DI KECAMATAN SEI TUALANG RASO, KOTA TANJUNGBALAI
DOI:
https://doi.org/10.56015/gjikplp.v11i4.432Keywords:
Stunting, Interpersonal Communication, Health Workers, Stunting PreventionAbstract
Stunting is a health problem that is still a major challenge in Indonesia, including in Sei Tualang Raso District, Tanjungbalai City. Health centers as health service institutions have an important role in preventing and overcoming stunting, one of which is through interpersonal communication between health workers and the community. This study aims to analyze the interpersonal communication strategies implemented by health workers at health centers in overcoming stunting in Sei Tualang Raso District. The research method used is qualitative with a case study approach. Data were obtained through in-depth interviews with health workers, as well as observation and documentation. The results of the study indicate that effective interpersonal communication, based on an empathetic, educational, and persuasive approach, is the key to increasing public awareness of stunting prevention.
Stunting merupakan masalah kesehatan yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, termasuk di Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai. Puskesmas sebagai lembaga pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam pencegahan dan penanggulangan stunting, salah satunya melalui komunikasi interpersonal antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan oleh tenaga kesehatan Puskesmas dalam menanggulangi stunting di Kecamatan Sei Tualang Raso. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif, berbasis pendekatan empatik, edukatif, dan persuasif, menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting.
References
Aw, Suranto. (2011). Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu.
A.Parasuraman., (2014). The Behaviorial Consequenses Of Service Quality. New
Jersey : Prentince Hall.
Badan Kesehatan Dunia (WHO). (2006). The WHO Child Growth Standards: Length/Height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age. Geneva: World Health Organization.
Berger, C. R., & Chaffee, S. H.. (1987). The study of communication: A theoretical approach. The Handbook of Communication Science. Sage Publications.
DeVito, J.A. (2011). Komunikasi Antarmanusia. Penerjemah: Agus
Hovland, Carl I. (2009). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Terjemahan Dedy
Mulyana. Jakarta: Erlangga.
Greenhalgh, T., Robert, G., Macfarlane, F., Bate, P., & Kyriakidou, O. (2013). Diffusion of innovations in service organizations: Systematic review and recommendations. The Milbank Quarterly, 81(4), 581-629. https://doi.org/10.1111/1468-0009.00044
Lasswell, Harold. (1960). The Structure and Function of Communication in Society, Urbana: University of Illinois Press.
Hafied, Cangara. (2011). Pengantar Ilmu Komunikasi. PT RajaGrafindo Persada. Jakarta.
http://adiprakoso.blogspot.com/2007/12/Pengertian-komunikasi-antarpribadi.html. hari Rabu, 4 Januari 2023, Pukul 19:00 Wib.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldafia, J. (2015). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publication.
Moleong, L. J., (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya
Sugiyono.(2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Alfabeta.
Yulhardi. (2014). Strategi Komunikasi Organisasi Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru. Retrieved from http://repository.uin-suska.ac.id/3348/
Yesica Maretha. (2021). Komunikasi Kesehatan. In Jurnal Psikogenesis (Vol. 1, Issue 1).
Yongky, dkk., (2012). Asuhan Pertumbuhan Kehamilan, Persalinan, Neonates,
Bayi Dan Balita. Yogyakarta: Numed
Sumber Lainnya:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2023). Laporan Situasi Stunting di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2020). Pedoman Nasional Penanggulangan Stunting di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2020. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Soetjiningsih, S. (2007). Gizi dan Kesehatan Anak. Jakarta: EGC.
Suharyanto, E. (2017). Penyuluhan Kesehatan: Prinsip dan Implementasi di Indonesia. Jakarta: Penerbit Salemba Medika.
Wibowo, A. (2018). Komunikasi Kesehatan: Teori dan Praktik di Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Andi.
World Bank. (2016). Indonesia - Improving Nutrition through Multisectoral Approaches: A review of the national and provincial nutrition strategies to reduce stunting in Indonesia. Jakarta: World Bank Group.
Zulkifli, M. F., & Fadhilah, F. (2019). Evaluasi Program Puskesmas dalam Penanggulangan Stunting: Studi Kasus di Kabupaten X. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(3), 134-142.