TANTANGAN COLLABORATIVE GOVERNANCE BERBASIS TRIPLE HELIX DALAM UPAYA PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN DI PROVINSI ACEH
DOI:
https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i4.805Keywords:
Collaborative Governance, Triple Helix, Kemiskinan, Aceh, Dana Otonomi Khusus AcehAbstract
Provinsi Aceh menghadapi paradoks pembangunan yang konsisten, di mana aliran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) bernilai triliunan rupiah per-tahun tidak berhasil menurunkan angka kemiskinan secara signifikan, bahkan angka kemiskinan Aceh tetap menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera dengan persentase 12,22% pada September 2025, jauh di atas rata-rata nasional. Kondisi ini mengindikasikan bahwa persoalan kemiskinan di Aceh terkait collaborative governance yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan collaborative governance berbasis Triple Helix dalam upaya penurunan angka kemiskinan di Provinsi Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan analisis data melalui thematic synthesis yang mencakup tiga tahap, yaitu pengkodean teks bebas, pengelompokan tema deskriptif, dan pengembangan tema analitik. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tantangan utama, yaitu dominasi birokrasi dan asimetri kekuasaan dalam model lead organization yang menempatkan aktor Pemerintah seperti Bappeda/TKPK sebagai pemegang kendali tunggal; lemahnya kepemimpinan fasilitatif yang bersifat direktif-hierarkis; konflik logika institusional antara pemerintah, akademisi, dan industri; rendahnya keterlibatan perguruan tinggi sebagai mitra strategis; serta ketidaksinkronan data dan lemahnya sistem informasi terpadu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi menuju collaborative governance yang efektif di Aceh membutuhkan pergeseran paradigmatik dari dominasi lead organization menuju shared governance, dari akuntabilitas formal menuju akuntabilitas substantif, dan dari keterlibatan seremonial menuju kemitraan strategis yang menempatkan pemerintah, akademisi, dan industri sebagai mitra yang saling melengkapi dalam ekosistem inovasi sosial yang inklusif.
References
Agustina, F., Syarif, A. M., Mulyanto, E., & Dolphina, E. (2025). Blockchain Untuk Pemerintahan Digital: Suatu Kajian Literatur Sistematis. Integrative Research in Computer Science, 1(01), 77-107.
Aivalli, P., Dada, S., Gilmore, B., Srinivas, P. N., & De Brún, A. (2025). Power dynamics and intersectoral collaboration for health in low-and middle-income countries: a realist review. Health policy and planning, 40(6), 661-683. https://doi.org/10.1093/heapol/czaf022.
Al-Kautsar, M. R., & Lukman, S. (2025). Collaborative Governance Dalam Mengatasi Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Aceh Utara (Doctoral Dissertation, Institut Pemerintahan Dalam Negeri).
Andriani, R. (2022). Proses Collaborative Governance Dalam Pengelolaan Dana Desa. Jurnal Administrasi Negara, 28(1), 1-23.
Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of public administration research and theory, 18(4), 543-571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Barron, P., Rahman, E., & Nugroho, K. (2013). The Contested Corners of Asia: Subnational Conflict and International Development Assistance. The Case of Aceh, Indonesia. In The Asia Foundation. https://www.asiafoundation.org/resources/pdfs/AcehCaseStudyFullReport.pdf
Bryson, J. M., Crosby, B. C., & Stone, M. M. (2006). The design and implementation of Cross‐Sector collaborations: Propositions from the literature. Public administration review, 66, 44-55. https://doi.org/10.1111/j.1540-6210.2006.00665.x
Budiratna, H., & Qibthiyyah, R. M. (2020). Evaluasi atas transfer dana otonomi khusus di Aceh, Papua, dan Papua Barat. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 1(5), 332236.
Davig, T., & Foerster, A. (2019). Uncertainty and fiscal cliffs. Journal of Money, Credit and Banking, 51(7), 1857-1887.
Desky, H. (2023). The effect of compensation and motivation on performance employees at public works and spatial planning service of North Aceh. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 11(2), 495-504.
Elianda, Y., & Rahmawati, D. E. (2020). Collaborative governance in HIV and AIDS prevention in Sleman District 2018. J Gov Civ Soc, 4(1), 99.
Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of public administration research and theory, 22(1), 1-29.
Etzkowitz, H., & Leydesdorff, L. (2000). Dinamika inovasi: dari Sistem Nasional dan “Mode 2” ke Triple Helix hubungan universitas–industri–pemerintah. Kebijakan penelitian, 29 (2), 109-123. https://doi.org/10.1016/S0048-7333(99)00055-4
Hariadi, M. (2024). Kolaborasi pemerintahan dalam pengentasan kemiskinan di kabupaten aceh tamiang (Doctoral dissertation, IPDN).
Haris, A., Anas, A., Nurjaya, M., Iriawan, H., & Tang, M. (2024). Strategi dan Implementasi Kebijakan Program Sustainable Development Goals (SDGs) untuk Pengentasan Kemiskinan di Desa. Journal Homepage, 10(1).
Hutagalung, F., Hatta, K., & Ishak, Z. (2013). Trauma Remaja Korban Konflik Bersenjata Dan Tsunami Di Aceh: Trauma Among Adolescents Victim Of Armed Conflict And Tsunami In Aceh. Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 8(1), 1-11.
Ishak, N., & Hos, J. (2025). Dinamika Kelembagaan Lokal dan Partisipasi Warga dalam Pengembangan Ekowisata Berbasis Komunitas. PAMARENDA: Public Administration and Government Journal, 5(1), 58-70.
Islami, R. A. (2025). IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI PEMANFAATAN DANA OTONOMI KHUSUS ACEH (DOKA) DI KABUPATEN ACEH BARAT (Doctoral dissertation, Institut Pemerintaan Dalam Negeri).
Izzah, U. (2024). COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM UPAYA PENANGGULANGAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN GOWA (Doctoral dissertation, IPDN).
Jang, H. S., & Valero, J. N. (2022). Managing collaborations and the network governance. In Public-nonprofit collaboration and policy in homeless services: Management, measurement, and impact (pp. 25-32). Cham: Springer International Publishing.
Kelvin, K., Widianingsih, I., & Buchari, R. A. (2022). Kolaborasi Model Penta Helix Dalam Mewujudkan Smart Village Pondok Ranji. Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan (J-3P), 7(2).
Khalis, A. (2025). Analisis Pemangku Kepentingan Dana Otonomi Khusus Aceh dengan Matriks Pendekatan Mendelow. Jurnal Masalah Administrasi, Pemerintahan, dan Politik, 2 (2), 235–248. https://doi.org/10.47134/jagpi.v2i2.4854.
Kusuma, H., Hakim, L., & Nugroho, A. (2020). Efektivitas Pemanfaatan Teknologi Informasi Berbasis E-Commerce Pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Produk Pangan Di Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 5(4), 108-117.
Lee, S., & Ospina, S. M. (2022). A framework for assessing accountability in collaborative governance: A process-based approach. Perspectives on Public Management and Governance, 5(1), 63-75.
Li, L., Liu, H., Hou, X., Xu, J., Qin, T., & Xiong, H. (2023). The relationship between subject value perception and behavior coordination in air pollution collaborative governance: A multiple-step multiple mediator model. Polish Journal of Environmental Studies, 32(3), 2199-2210. 10.15244/pjoes/158769.
Macella, A. D. R., Najamudin, N., Handayani, S. W., & Juraida, I. (2021). Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Aceh Kreatif Untuk Mengurangi Kemiskinan di Aceh. Journal Public Policy, 7(1), 75-82.
Maghfiroh, H., Zubaidah, S., Mahanal, S., & Susanto, H. (2022). Challenges and opportunities of learning biology in the post-covid-19 pandemic: A systematic literature review and thematic synthesis. Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi, 7(1), 18-42.
Mardhiah, A. (2022). Collaborative Governance Based on Policy Networks in The Formulation of Curriculum Integration. In 2nd International Conference on Social Science, Political Science, and Humanities (ICoSPOLHUM 2021) (pp. 80-86). Atlantis Press. 10.2991/assehr.k.220302.013
Maulidan, R., Gunanjar, I., Verinanda, M. R., Syahputra, R., & Hardianti, A. (2025). Pemetaan Literatur Kapabilitas Dinamis Pada Umkm di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis. Creative Research Management Journal, 8(1), 28-43. https://doi.org/10.32663/pxv3y031
Maylinda, E., & Agyansa, A. O. (2025). Perkembangan Analisis Wacana Kritis Terhadap Kebijakan: Tinjauan Pustaka Sistematis dan Analisis Bibliometrik. Jejaring Administrasi Publik, 17(2), 170–194. https://doi.org/10.20473/jap.v17i2.84411.
Mujiansyah, M. (2024). Peran Kolaborasi Multi-sektor dalam Percepatan Pembangunan Wilayah Urban di Tanah Papua. Laporan Penelitian.
Muksalmina, M., Gaja, EG, Chyntia, E., & Muammar, M. (2025). Model Penguatan Ekonomi Sekitar PT Pupuk Iskandar Muda Melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Sesuai dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. REUSAM: Jurnal Ilmu Hukum, 13 (1), 15–28. https://doi.org/10.29103/reusam.v13i1.21898
Mulia, M., Zakki, F. K. (2021). Tata Kelola Pemerintahan dalam Perspektif Syariah Analisis Penerapan Syariat Islam, Aceh-Indonesia. dalam JPW (Jurnal Politik Walisongo), 3(1), 97-106.
Mutch, A. (2018). Practice, substance, and history: Reframing institutional logics. Academy of Management Review, 43(2), 242-258.
Nuradhawati, R. (2026). Administrasi dengan Paradigma Baru: Organisasi, Manajemen, dan Tata Kelola di Era Transformasi. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Nurliana, N., Zulfikar, T. M., Ahmad, R., Akhyar, A., & Zamzami, Z. (2025). Collaborative Governance in Aceh’s Mining Management: Towards Justice and Sustainability. Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa, 7(1), 11. https://doi.org/10.47134/villages.v7i1.360.
Pradana, A. P., Akbar, D., Ananda, F., Husaini, H., Akbar, M., Noviana, V., ... & Syahputra, Z. A. (2024). Perkembangan Qanun Aceh Dalam Perubahan Sosial dan Politik di Aceh. Jimmi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 1(1), 64-77.
Provan, K. G., & Kenis, P. (2008). Modes of network governance: Structure, management, and effectiveness. Journal of public administration research and theory, 18(2), 229-252. https://doi.org/10.1093/jopart/mum015.
Purdy, J. M. (2012). A framework for assessing power in collaborative governance processes. Public administration review, 72(3), 409-417.
Putra, N. H., & Amran, A. (2023). Dinamika Tata Kelola Dana Otonomi Khusus di Aceh. Jurnal Administrasi Negara, 29(2), 192-213.
Putri, M., Zafirah, T., Syahbudin, S., Melani, M., Azizah, A. N., & Wildhani, A. F. (2025). Sistem dan Problematika Kepemimpinan. EDU SOCIETY: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 307-312.
Radhiyati. (2020) HAMBATAN-HAMBATAN KERJASAMA PEMBANGUNAN ANTAR DAERAH (STUDI KASUS BANDA ACEH, SABANG DAN JANTHO). Skripsi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Ramadani, A. (2024). Analysis of Organizational Strengthening Dimensions in Institutional Capacity Building of the Aceh Ulama Consultative Assembly. Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial, 8(2), 235-250.
Riyanto, D. N. A. R., & Alfirdaus, L. K. (2024). Tantangan Dan Hambatan Collaborative Governance Dalam Pengembangan Pariwisata Di Kabupaten Kebumen (Studi Kawasan Geopark Kebumen). Journal of Politic and Government Studies, 14(1), 374-391.
Riyanto, W. H. (2025). Model Kelembagaan Daerah dalam Penanganan Kemiskinan. UMMPress.
Sakty, I. (2024). Tata Kelola Jaringan Sinkronisasi Perencanaan Dan Penganggaran Pembangunan Nasional= Network Governance of the National Development Planning and Budgeting Synchronization (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).
Sarosa, W., Susetyo, N. A., & Kusuma, E. D. (2024). Kota Tangguh Pasca Korona. Mizan Media Utama
Siregar, A. L. A. (2024). Peta jalan keberlanjutan dana otonomi khusus Aceh. Neraca.co.id. https://www.neraca.co.id/article/210084/peta-jalan-keberlanjutan-dana-otonomi-khusus-aceh.
Sitorus, A. V. Y., & Utami, L. P. (2023). Sektor Unggulan dan Kemiskinan di Provinsi Aceh. Bappenas Working Papers, 6(2), 223-239.
Snyder, H. (2019). Tinjauan pustaka sebagai metodologi penelitian: Gambaran umum dan pedoman. Jurnal penelitian bisnis, 104, 333-339.
Syahputra, R. (2017). Analisis Derajat Desentralisasi atau Kemandirian Keuangan Daerah Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah di Aceh Tamiang. Jurnal Samudra Ekonomika, 1(1), 12-21.
Tassya, A., & Nailufar, F. (2024). Pengaruh Dana Otonomi Khusus Aceh dan Dana Alokasi Khusus terhadap Kemiskinan di Provinsi Aceh. KESEJAHTERAAN Jurnal Ilmu Ekonomi, 5 (1), 1-13.
Taufik., & Said, A. (2023). Triple Helix; Tantangan Kolaborasi Pemerintah, Universitas, Dan Industri Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Di Provinsi Aceh. Mimbar: Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik, 12(2), 219-229.
Tjoetra, A., Khairi, A., Mardhiah, N., & Marefanda, N. (2025). Community-centric governance: Unveiling the challenges and strategies in West Aceh villages. Intellectual Discourse, 33(3).
Wahyuni, M., & Sari, K. M. P. (2025). Dinamika Kepemimpinan Kepala Daerah di Masa Transisi: Kajian Strategis Atas Tantangan, Adaptasi Dan Kolaborasi Pemerintahan Daerah. Journal of Contemporary Public Administration, 5(2), 63-71.
Wulandjani, H., Widiyahseno, B., Utomo, E. N., Megaster, T., Sudarmanto, E., Saleha, D., ... & Islam, N. (2025). Collaborative Governance. Penerbit Minhaj Pustaka Indonesia.