POLITIK DINASTI DALAM KEPEMIMPINAN DESA DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i4.817Abstract
Politik dinasti di Indonesia tidak hanya muncul di arena nasional maupun regional, tetapi juga berkembang di tingkat desa sebagai bagian dari dinamika pemerintahan lokal yang kompleks. Penelitian ini melakukan tinjauan literatur ilmiah terhadap sejumlah studi kasus dan artikel jurnal yang mengkaji fenomena dinasti politik dalam kepemimpinan kepala desa, termasuk penelitian di Desa Mekar Jaya, Cileunyi Wetan, Desa Sukowati, Desa Nyogan, serta perkembangan konseptual politik dinastik dalam pilkades dan struktur sosial desa. Hasil kajian menunjukkan bahwa terbentuknya politik dinasti dalam kepemimpinan desa dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu modal sosial keluarga, sumber daya ekonomi, dan dukungan elit lokal. Modal sosial berperan dalam membangun kepercayaan masyarakat, sementara sumber daya ekonomi dan jaringan elit lokal memberikan keunggulan dalam proses kontestasi politik. Selain itu, pola dinasti politik juga terbentuk melalui mekanisme reproduksi kekuasaan keluarga, jaringan sosial, serta legitimasi kinerja kepala desa sebelumnya.
Dari sisi dampak, politik dinasti memiliki implikasi ambivalen terhadap demokrasi desa. Secara positif, praktik ini mampu menciptakan stabilitas kepemimpinan, kesinambungan kebijakan, dan efektivitas pembangunan desa. Namun demikian, politik dinasti juga berpotensi menghambat sirkulasi elit serta menciptakan ketimpangan akses politik dalam masyarakat. Dengan demikian, politik dinasti dalam kepemimpinan desa merupakan fenomena kompleks yang perlu dipahami secara komprehensif dalam kerangka demokrasi lokal di Indonesia.