MODEL MANAJEMEN KOLABORATIF DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA DI DESA MABURAI KABUPATEN TABALONG

Authors

DOI:

https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i5.829

Keywords:

Manajemen kolaboratif, Collaborative governance, Pemerintahan desa, Partisipasi masyarakat

Abstract

Penyelenggaraan pemerintahan desa pada era otonomi daerah menuntut adanya tata kelola pemerintahan yang partisipatif, transparan, dan kolaboratif. Model manajemen kolaboratif menjadi pendekatan yang dinilai mampu meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan desa melalui keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model manajemen kolaboratif dalam penyelenggaraan pemerintahan desa di Desa Maburai Kabupaten Tabalong, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model manajemen kolaboratif telah diterapkan melalui forum musyawarah desa, pelibatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga kemasyarakatan desa, serta partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan kapasitas aparatur desa, koordinasi antar lembaga yang belum optimal, serta partisipasi masyarakat yang belum merata. Penguatan kapasitas kelembagaan desa, peningkatan komunikasi kolaboratif, dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi strategi penting dalam meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan desa.

References

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Astuti, S. J. W. (2019). Building Independent Villages through Collaborative Governance: A Study of Village-Owned Enterprises (BUMDes). Proceedings of the Indonesian Association for Public Administration.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Sage Publications.

Dwiyanto, A. (2017). Manajemen Pelayanan Publik: Peduli, Inklusif, dan Kolaboratif. Gadjah Mada University Press.

Emerson, K., & Nabatchi, T. (2015). Collaborative Governance Regimes. Georgetown University Press.

Khadlirin. (2021). Analisis Efisiensi dan Efektivitas Pengelolaan Dana Desa. Jurnal Solusi.

Maulana, E., & Berkatillah, A. (2025). Social Inequality and Inequal Access to Jobs (A Case Study of Street Buskers and Clowns in Hulu Sungai Utara Regency). Jurnal Ilmiah Publika (JIP), 13(2), 122–129. https://jurnal.ugj.ac.id/index.php/Publika

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). Sage Publications.

Downloads

Published

2026-05-08

Issue

Section

Articles