DARI SAMPAH KE ENERGI: ANALISIS POLITICAL ECONOMY DALAM TATA KELOLA WASTE-TO ENERGY DI KABUPATEN BANYUMAS
DOI:
https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i6.905Keywords:
Pengolahan sampah menjadi energi, ekonomi politik, tata kelola sampah, RDF, BanyumasAbstract
Penelitian ini menganalisis transformasi tata kelola pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy) di Kabupaten Banyumas dalam perspektif ekonomi politik. Studi ini berangkat dari pergeseran paradigma pengelolaan sampah dari pendekatan end-of-pipe menuju pendekatan berbasis sumber daya melalui pengembangan refuse derived fuel (RDF) dan sistem berbasis masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan analisis kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Banyumas relatif berhasil meningkatkan tingkat pengelolaan sampah hingga lebih dari 70% serta mengurangi timbulan sampah secara signifikan melalui desentralisasi pengelolaan dan pemanfaatan energi alternatif. Namun, transformasi tersebut juga memunculkan dinamika ekonomi politik berupa komodifikasi sampah dan ketimpangan relasi kekuasaan antar aktor, di mana sektor industri sebagai offtaker memiliki posisi dominan dalam rantai nilai RDF. Selain itu, distribusi manfaat ekonomi cenderung tidak merata, sementara masyarakat masih menanggung sebagian beban lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan waste-to-energy tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga oleh kualitas tata kelola dan keadilan sosial. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan, diversifikasi pasar energi, serta pendekatan kebijakan yang lebih inklusif untuk memastikan keberlanjutan sistem pengelolaan sampah berbasis energi.
References
Arena, M. (2012). Process and technological aspects of municipal solid waste gasification: A review. Waste Management, 32(4), 625–639. https://doi.org/10.1016/j.wasman.2011.09.025
Aulia, A. H., Utami, S. T., Ma’rifah, T. U., & Kresna, I. A. (2024). Optimalisasi manajemen sampah Banyumas melalui desain UI/UX berbasis design thinking. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia.
Bakker, K. (2010). Privatizing water: Governance failure and the world’s urban water crisis. Cornell University Press.
Bridge, G. (2008). Global production networks and the extractive sector: Governing resource-based development. Journal of Economic Geography, 8(3), 389–419. https://doi.org/10.1093/jeg/lbn009
Bulkeley, H., Castán Broto, V., & Edwards, G. A. S. (2014). An urban politics of climate change: Experimentation and the governing of socio-technical transitions. Routledge.
Damanhuri, E., & Padmi, T. (2012). Pengelolaan sampah terpadu. Institut Teknologi Bandung.
Kasyfilham, F., & Al Akbar, N. (2025). Evaluasi tata kelola sampah Yogyakarta pasca-Piyungan: Studi komparatif dengan model ekonomi sirkular Banyumas. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Publik, 10(1), 152–181. https://doi.org/10.25077/jakp.10.1.152-181.2025
Kaza, S., Yao, L., Bhada-Tata, P., & Van Woerden, F. (2018). What a waste 2.0: A global snapshot of solid waste management to 2050. World Bank. https://doi.org/10.1596/978-1-4648-1329-0
Kusmayanti, J. D., & Ayuningtyas, D. S. (2025). Peran kepemimpinan, kelembagaan, dan modal sosial dalam pembangunan wilayah: Studi kasus pengelolaan sampah zero landfill Kabupaten Banyumas. Jurnal Kebijakan Pemerintahan, 8(2), 11–24.
Pratami, R. A., Nugroho, R., & Suryani, E. (2025). Policy capacity in local waste management: Evidence from Indonesian municipalities. Journal of Environmental Policy and Governance, 35(1), 45–60.
Putranto, F. R., Yuniningsih, T., & Dwimawanti, I. H. (2022). Analisis kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas. Journal of Management and Public Policy, 12(1), 73–89. https://doi.org/10.14710/jppmr.v12i1.37204
Rahayu, N. L., Falah, M., Abdulhadi, R., & Zaenuri, M. (2023). Proses pengelolaan sampah dari sumbernya di Kabupaten Banyumas. Banyumas Civil Society Journal.
Rahmansyah, A., Pribadi, I. A. P., Amanda, A., Sutikno, C., & Millata, C. I. (2025). Manajemen tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) di Desa Cilongok Kabupaten Banyumas. Wawasan: Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi dan Kewirausahaan, 3(1), 302–317. https://doi.org/10.58192/wawasan.v3i1.2917
Siagian, O. R. H. (2024). Analisis kelembagaan dalam transformasi pengelolaan sampah berbasis teknologi refuse derived fuel (RDF) di Kabupaten Banyumas. Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian.
Sudibyo, H., Pradana, Y. S., Budiman, A., & Budhijanto, W. (2017). Municipal solid waste management in Indonesia: A review. Energy Procedia, 105, 288–293. https://doi.org/10.1016/j.egypro.2017.03.321
Sugiantoro, B., Supriyana, N., & Sutisna, U. (2022). Penerapan mesin pemilah sampah untuk optimasi bahan baku refuse derived fuel (RDF) di Banyumas. Budimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Zhang, D., Huang, G., Yin, X., & Gong, Q. (2015). Municipal solid waste management in China: Status, problems and challenges. Journal of Environmental Management, 91(8), 1623–1633. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2010.03.012