FRAGMENTASI KELEMBAGAAN DAN INKONSISTENSI REGULASI DALAM TATA KELOLA ENERGI TERBARUKAN: STUDI PROGRAM DESA MANDIRI ENERGI DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i6.916Keywords:
energi terbarukan, fragmentasi kelembagaan, inkonsistensi regulasi, tata kelola energi, desa mandiri energiAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara fragmentasi kelembagaan dan inkonsistensi regulasi dalam tata kelola energi terbarukan melalui studi kasus program desa mandiri energi di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara desain kebijakan formal dan praktik implementasi di tingkat lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan sumber data utama berupa studi pustaka dan analisis dokumen kebijakan, serta didukung oleh wawancara terbatas dengan dinas terkait dan pengelola infrastruktur energi. Analisis dilakukan menggunakan process tracing, thematic analysis, dan regulatory mapping untuk mengidentifikasi hubungan kausal antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fragmentasi kelembagaan yang ditandai oleh tumpang tindih kewenangan, ketiadaan otoritas utama, dan lemahnya koordinasi lintas sektor menjadi faktor utama yang memicu inkonsistensi regulasi. Inkonsistensi ini tercermin dalam ketidaksesuaian antara aturan formal dan praktik implementasi, serta mekanisme penanganan masalah yang bersifat ad hoc. Dampaknya adalah tidak optimalnya pemanfaatan infrastruktur energi, lambatnya respons terhadap kerusakan teknis, serta munculnya kekosongan akuntabilitas dalam tata kelola program. Penelitian ini menegaskan pentingnya reformasi kelembagaan melalui penetapan otoritas tunggal, harmonisasi regulasi, dan penguatan kapasitas kelembagaan untuk mendukung keberlanjutan energi terbarukan di tingkat lokal.
References
Al-Hakim, R. R., et al. (2022). Program mapankan desa dalam mendukung desa mandiri energi di Banyumas. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat, 3(3). https://doi.org/10.33474/jp2m.v3i3.18755
Baan, B. B. (2025). Penta-helix collaboration in renewable energy policy governance: Evaluating the role of non-state actors in energy self-sufficient village program. Jurnal Smart Hukum, 4(1). https://doi.org/10.55299/jsh.v4i1.1533
Hill, M., & Hupe, P. (2002). Implementing public policy: Governance in theory and practice. Sage Publications.
Howlett, M., Ramesh, M., & Perl, A. (2009). Studying public policy: Policy cycles and policy subsystems (3rd ed.). Oxford University Press.
International Energy Agency. (2022). Energy transitions in emerging economies.
Juwito, A. F., et al. (2015). Optimalisasi energi terbarukan pada pembangkit listrik dalam menghadapi desa mandiri energi. Semesta Teknika, 15(1). https://doi.org/10.18196/st.v15i1.440
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2023). Handbook of energy & economic statistics of Indonesia.
March, J. G., & Olsen, J. P. (1989). Rediscovering institutions: The organizational basis of politics. Free Press.
Meiwanda, G. (2018). Kontestasi energi antara masyarakat desa dan PLN dalam pemanfaatan tenaga listrik. Natapraja, 6(1), 25–34. https://doi.org/10.21831/jnp.v6i1.20737
Peters, B. G. (2015). Advanced introduction to public policy. Edward Elgar Publishing.
Pierre, J., & Peters, B. G. (2000). Governance, politics and the state. Macmillan Press.
Prabowo, D., et al. (2021). Policy inconsistency in renewable energy development in Indonesia. Energy Policy, 156, 112–120.
Purwoko, A. T. (2016). Identifikasi desa mandiri energi. Jurnal Ilmu Sosial, 12(1), 1–15. https://doi.org/10.14710/jis.12.1.2013.1-15
Purwanto, Y. A., et al. (2015). Model pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan kopi di desa mandiri energi. Agrokreatif, 1(1), 28–34. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.1.1.28-34
Putri, U. A., et al. (2024). Strategi upaya pengembangan dalam keberlanjutan program desa mandiri energi basis nyamplung. Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika. https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0602.844-848
Sallata, M. K., et al. (2015). Pemanfaatan mikrohidro untuk membangun desa mandiri energi. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 4(1), 71–80. https://doi.org/10.18330/jwallacea.2015.vol4iss1pp71-80
Setyawan, D. (2020). Renewable energy policy challenges in Indonesia. Journal of Energy Studies, 45(2), 67–78.
Sovacool, B. K. (2011). The policy challenges of energy transitions. Energy Policy, 39(9), 5753–5765.