ANALISIS DAMPAK PROGRAM SIDOARJO REVITALISASI FUNGSI KALI (SIDORESIK) DI DESA KEDUNGCANGKRING KECAMATAN JABON KABUPATEN SIDOARJO

Authors

  • Muhammad Rafli Aditya Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
  • Vidya Imanuari Pertiwi

DOI:

https://doi.org/10.56015/gjikplp.v13i6.945

Keywords:

Evaluasi Dampak, Banjir, Revitalisasi, Sungai, Finsterbusch dan Motz.

Abstract

Kabupaten Sidoarjo sebagai wilayah yang berada di kawasan delta dan diapit oleh dua sungai besar memiliki kerentanan terhadap permasalahan lingkungan, khususnya banjir. Upaya revitalisasi sungai dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Program Sidoarjo Revitalisasi Fungsi Kali (SIDORESIK) sebagai bentuk pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Program ini bertujuan untuk menjaga kebersihan sungai, mengembalikan fungsi ekologis sungai, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak Program Sidoresik di Desa Kedungcangkring Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo menggunakan teori evaluasi dampak menurut Finsterbusch dan Motz yang meliputi dampak individu, dampak organisasional, dampak masyarakat, dan dampak lembaga. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Pemerintah Desa Kedungcangkring, kelompok PKK, dan masyarakat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Sidoresik memberikan dampak positif terhadap perubahan kondisi lingkungan sungai yang menjadi lebih bersih, tertata, dan memiliki nilai estetika. Program ini juga meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat gotong royong, mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan koordinasi antarorganisasi di tingkat desa. Selain itu, program turut membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan kawasan sungai sebagai ruang publik dan aktivitas usaha masyarakat. Dengan demikian, Program Sidoresik dinilai mampu memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap masyarakat dan kelembagaan dalam mendukung revitalisasi fungsi sungai secara berkelanjutan.

References

Asrori, M. K. (2021). Pemetaan Kualitas Air Sungai Di Surabaya. 13, 41–47.

Bintang, R., Putera, S., & Widodo, R. P. (2020). Revitalisasi Sumberdaya Air Sungai Kalimalang Sebagai Strategi Pemanfaatan Lahan Di Kota Bekasi (Studi Kasus Kawasan Sungai Kalimalang , Kota Bekasi , Jawa Barat ). 14(4), 89–96.

BNPB. (2025). Data Bencana Indonesia Tahun 2024.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qalitative Data Analysis: A methods Sourcebook (3rd ed.). https://www.metodos.work/wp-content/uploads/2024/01/Qualitative-Data-Analysis.pdf

Ratih, A., Pudianti, A., & Vitasurya, V. R. (2021). Revitalisasi pasar seni dan wisata gabusan. 175–191.

Setiawan, M. R. A., Sujatmika, A. R., & Winarti. (2022). Prototype Deteksi Banjir Menggunakan Sensor Ultrasonik, Dan Water Level Sensor Dengan Notifikasi Blynk. 4(2), 462–468.

Sugiyono, P. D. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D.

Suminar, A. (2022). Warga Sidoarjo Antusias Ikuti Revitalisasi Fungsi Kali dalam Program Sido Resik. Suarasurabaya.Net. https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2022/warga-sidoarjo-antusias-ikuti-revitalisasi-fungsi-kali-dalam-program-sido-resik/

Wibawa, S. (1994). Evaluasi kebijakan publik. PT Raja Grafindo Persada.

Yusuf, M. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan (4th ed.). KENCANA.

Zahra, F. A. (2025). Negara Dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia 2025, Indonesia Peringkat Berapa? https://www.kompas.com/tren/read/2025/12/26/110000865/negara-dengan-risiko-bencana-tertinggi-di-dunia-2025-indonesia-peringkat

Zakiyah, U., & Kurniawan, A. (2024). Sosialisasi PP No . 38 Tahun 2011 untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Sumberdaya Sungai. 4(1), 467–474.

Downloads

Published

2026-07-25

Issue

Section

Articles